Minggu, 13 November 2016

Model Cover Letter And Resume

Bogor, November 13, 2018

Attention To:
Muhammad Zakaria  Resources Manager
PT. Maju Sejahtera Finance
Jl. Raya Tajur No. 03
Bogor

Dear Mr. Muhammad Zakaria

According to the advertisement on Kompas, November 11, 2018, about vacancy in your company, I feel I have the necessary qualification needed for the position that you advertised. I wish to apply for the position of Accounting Staff.

I am 22 years old, innovative, energetic, highly ambitious, and good leadership. I am graduated from Accounting of  Gunadarma University, with predicate “VERY SATISFACTORY” and GPA 3.50 (scale 4). I have been usual work in a team and in organization. I can learn anything fast with initiative and great will to succeed. My computer skills are very good, beside it I also have the ability to apply some accounting software, such as MYOB and Zahir and I have an excellent record as a reliable, productive employee.

I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company’s assets. I am looking forward to hearing from you in the near future.

For detail, I enclosed my CV, Academic Transcript and a recent photograph. Hopefully I may have the opportunity of proving my capability by being granted an interview.

Thank you for your consideration  and attention.
      
                                                                                                         Yours sincerely,
                                                                                       Angkipermadi
Mochamad Angki Permadi, S.E.




CURRICULUM VITAE


PERSONAL INFORMATION
Name                                :  Mochamad Angki Permadi
Home Address                  :  Kp. Bantar Peuteuy no. 3, Bogor. 16141
Telephone                         : 08578147XXXX
Email                                : angkipermadi@gmail.com
Place & Date of Birth        : Bogor, January 09 1996
Gender                             : Male
Marital Status                   : Single
Religion                            : Islam
Nationality                        : Indonesia

EDUCATION

Graduated from Elementary School SDN BANGKA 3 Bogor in 2008
Graduated from Junior High School Taruna Andigha Bogor in 2011
Graduated from Vocational High School YPHB Bogor in 2014
Graduated from Accounting Degree University of  Gunadarma GPA= 3,50 (scale 4) in 2018

JOB EXPERIENCES
January, 2013 English Course at Pare English Course Education Centre
2016, ZAHIR Course at University of Gunadarma
2017, MYOB Course at University of Gunadarma

COMPUTER SKILLS
Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, and some software accounting (MYOB and ZAHIR)

PERSONALITY
Good attitude, kind, communicative, diligent, tolerant, target oriented, discipline, honest, and be responsible.

This resume had written in a real condition. I hope it could be your consideration and it can use as good as possible.

                                                                          Bogor, November 13, 2018
                                                                                       Angkipermadi
Mochamad Angki Permadi, S.E.

Rabu, 05 Oktober 2016

Description Of My Self



Hello what up everybody, my name is Mochamad Angki Permadi, you can call me angki. I am the third child of three brothers. I have two brothers and I have no sister. My first brother’s name is Dhani Susanto, and my second brother’s name is Tino Febrianto. I live in tajur street, Bogor. My first school in kindergarten As’saadah, and than I am takes my elementary school in Bangka 3. I continue my Junior High School’s studies in Taruna Andigha Junior High School. And than I am studies in YPHB Senior High School to complite the program studies from the goverment.
After my graduated from Senior High School I am continued my studies in Gunadarma University, i majored in accounting. Why I choose accounting ? because I wanna be a Businessmen and i like math. In my opinion if I chooce accounting I will have many knowledge, it’s about how to be a good businessmen who can make many jobs for other people, how to build a business whose can make a good product, how to manage a business whose can make a very good decision and give a big profit , how the way to selling my product and make a buyer satisfied with my product and many other.
I hope with my choose to entry accounting major, can give me a way and have many friends who can helped me to be a success businessmen, can give experience how to solve the business problem whom can’t I get if not related to accounting issues, can give me a more knowledge about what is business and i have skill to make a good decision to build my business, but my main hope is to make my parents proud to me because I choose accounting and that’s make my dream come true. Oke I thinks that enough from me bye byee..

Minggu, 05 Juni 2016

Penyelesaian dalam Sengketa Ekonomi


      kelompok : 2
Anggota :
Adriansyach Prasetyo Sach.  (20214356)
Devi Zulfa Angrini                  (22214839)
Mochamad Angki Permadi    (26214693)
Shintiya Ningsih                     (2A214247)


A.    Pengertian Sengketa

Pengertian sengketa dalam kamus Bahasa Indonesia, berarti pertentangan atau konflik, Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan antara orang-orang, kelompok-kelompok, atau organisasi-organisasi terhadap satu objek permasalahan.

Pengertian sengketa menurut beberapa ahli
·  Pengertian Sengketa menurut Jhon Collier adalah “perselisihan khusus mengenai fakta, hukum atau kebijakan di mana klaim atau pernyataan dari salah satu pihak bertemu dengan penolakan, gugatan balik atau penolakan oleh orang lain.”
 · Menurut Merrils, “Pengertian Sengketa ialah ketidaksepahaman mengenai sesuatu.” 
·   Menurut Windiarti “Pertentangan atau konflik yang terjadi antara individu-individu atau kelompok-kelompok yang mempunyai hubungan atau kepentingan yang sama atas suatu objek kepemilikan, yang menimbulkan akibat hukum antara satu dengan yang lain.”
 · Menurut AliAchmad “Sengketa adalah pertentangan antara dua pihak atau lebih yang berawal dari persepsi yang berbeda tentang suatu kepentingan atau hak milik yang dapat menimbulkan akibat hukum bagi keduanya.”

B.     Cara Penyelesaian Sengketa Ekonomi

Penyelesaian sengketa secara damai bertujuan untuk mencegah dan mengindarkan kekerasan atau peperangan dalam suatu persengketaan antar negara. Menurut pasal 33 ayat 1 (Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan). Ada beberapa cara menyelesaikan sengketa, yaitu:



1.      Negosiasi (perundingan)
Negosiasi adalah suatu bentuk pertemuan antara dua pihak: pihak kita dan  pihak lawan dimana kedua belah pihak bersama-sama mencari hasil yang baik, demi kepentingan kedua pihak. Negosiasi juga diartikan suatu cara penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak yang berperkara atau proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) lain.
Sementara itu, yang harus diperharikan bagi para pihak yang melakukan perundingan secara negosiasi (negotiation) harus mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan dengan damai.
2.      Mediasi
Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator  yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau consensus,sehingga semua keputusan harus memperoleh persetujuan dari berbagai  pihak.
Dalam proses mediasi, diperlukan mediator untuk membantu menyelesaikan sengketa. Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses  perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Mediator memiliki ciri-ciri penting, yaitu netral, membantu para pihak, tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.
3.      Arbitrase
Istilah arbitrase berasal dari kata “Arbitrare” (bahasa Latin) yang berarti “kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan”. Ada beberapa definisi yang diberikan oleh para ahli hukum, antara lain Subekti dan Abdulkadir Muhammad
Subekti mengatakan arbitrase “merupakan suatu penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seorang wasit atau para wasit yang berdasarkan persetujuan bahwa mereka akan tunduk dan menaati keputusan yang akan diberikan wasit atau para wasit yang mereka pilih atau ditunjuk.”
Abdulkadir Muhammad mengatakan “arbitrase merupakan  badan peradilan swasta diluar lingkungan peradilan unum yang dikenal khusus dalam dunia perusahaan. Arbitrase adalah peradilan yang dipilih dan ditentukan sendiri secara sukarela oleh pihak-pihak pengusaha yang bersengketa. Penyelesaian sengketa diluar pengadilan merupakan kehendak bebas pihak-pihak yang bersengketa. Kehendak bebas ini dituangkan dalam perjanjian tertulis yang mereka buat sebelum atau sesudah terjadi sengketa sesuai dengan asa kebebasan berkontrak dalam hukum perdata.”
4.      Pengadilan
Dalam menegakkan hukum, hakim melaksanakan hukum yang berlaku dengan dukungan rasa keadilan yang ada padanya berdasarkan hukum yang berlaku, meliputi yang tertulis dan tidak tertulis. Oleh karena itu, disebutkan bawa hakim atau pengadilan adalah penegak hukum.
Sementara itu, berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004, penyelenggara kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berbeda di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh mahkamah konstitusi. 
Namun persepsi umum yang lahir dan masih berkembang dalam masyarakat adalah masih adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap badan pengadilan, Pengusaha atau para pelaku ekonomi dan bisnis, terlebih masyarakat awam melihat hukum bukan dari produk-produk hukum yang ada atau yang pemerintah keluarkan. Masyarakat umumnya meljhat pengadilan sebagai hukum. Begitu pula persepsi mereka terhadap polisi, jaksa, atau pengacara. Sehingga pengadilam kurang dipercaya oleh masyarakat umum.


Sumber :